Deretan 4 Obat Khusus Bila Terinfeksi Covid

Namun, Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan menyarankan penggunaan regimen obat tertentu yang sampai saat ini ampuh untuk menyembuhkan pasien virus Corona. Beredar pesan viral di media sosial mengenai pengobatan pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Pesan tersebut berisi rekomendasi daftar obat yang direkomendasikan mulai dari dexamethasone sampai paracetamol. Tim peneliti WHO, SOLIDARITY, juga akan menggabungkan dua antivirus dengan interferon-beta, sebuah molekul yang terlibat dalam mengatur peradangan dalam tubuh. Kombinasi ketiga obat tersebut sekarang sedang diuji pada pasien MERS di Arab Saudi dalam uji coba terkontrol acak pertama untuk penyakit itu. Berikut beberapa jenis obat-obatan yang menjadi perhatian WHO dan peneliti kesehatan untuk menyembuhkan virus corona, dikutip dari The Verge.

Seperti diwartakan oleh Reuters, hujan kritikan untuk pemerintah Haryana mulai berdatangan pada Rabu (26/5). Ini tidak lama setelah Ramdev memantik amarah para ahli karena melontarkan pernyataan kontroversial soal obat fashionable. Keampuhan obat corona dari Ramdev itu hingga kini belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Jika obat ini benar-benar bisa digunakan, maka obat ini mampu menahan munculnya varian baru Corona hingga menghentikan kematian akibat COVID-19.

Dia mengatakan penelitian yang dilakukan oleh dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat itu hanyalah penelitian yang menghasilkan suatu produk makanan. “Proses penelitian yang dilakukan Abdul Rohim masih sebatas formulation makanan untuk upaya menjaga kesehatan. Produk itu berisi coklat, ekstrak delima, dan serbuk tambahan dalam beberapa jumlah,” jelasnya dilansir dari Antarnews.com. “Penelitian Kementan ini baru diujikan sampai tahap in vitro virus influenza, beta corona, gamma corona. Belum diuji spesifik terhadap virusnya Covid-19 yakni virus SARS-CoV-2,” jelas Inggrid seperti yang dikutip dari Detik.com. Dalam kesempatan ini, Wiku menyampaikan bahwa obat Covid-19 yang sedang diteliti juga harus disampaikan kepada Organisasi Kesehatan Dunia .

Ivermectin juga diketahui efektif untuk mengobati infeksi cacing lain, seperti filariasis akibat infeksi parasit Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Situs internet tersebut mengutip panduan dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India untuk orang-orang dengan kasus Covid-19 ringan atau tanpa gejala. Kementerian Kesehatan menerbitkan panduan terbaru pada 28 April 2021, yang mengharuskan pasien Covid-19 ringan untuk mengonsumsi ivermectin sekali sehari selama 3-5 hari. Semua kontak yang dekat dengan pasien juga harus menggunakan profilaksis hidroksikloroquin sesuai protokol.

Venkateshaiah mengatakan sepertinya dalam waktu dekat belum ada obat baru yang disetujui. Sebaliknya, ia menambahkan, pencegahan adalah bentuk pengobatan terbaik. Pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengakhiri pandemi berfokus pada tindakan pencegahan seperti menjaga jarak fisik, memakai masker, dan vaksin. “Dalam studi ditemukan, dengan penggunaan awal obat ini, ada sedikit pasien yang mampu menghindari perburukan. Risiko rawat inap lebih rendah dibanding dengan yang tidak diberi obat ini,” kata Venkateshaiah. Terapi plasma konvalesen adalah “meminjam” antibodi dari seseorang yang sembuh dari virus dan memberikannya kepada mereka yang terinfeksi Covid-19.

Selama masa pandemik Covid-19, bermunculan beberapa obat-obat alternatif yang diklaim dapat mengatasi penyakit COVID-19. Beberapa penggiat pengobatan alternatif sampai akademisi berlomba-lomba mencari obat alternatif yang ampuh menghadapi Covid-19. Kalau dilihat, ada beberapa obat alternatif yang dipromosikan dengan cukup gencar. Untuk sampai ke tangan konsumen/pasien, suatu obat yang baik perlu melalui serangkaian proses. Penemuan suatu obat baru untuk suatu penyakit bisa berangkat dari berbagai sumber.

Sementara Dirut RS Unair Prof Dr Nasronudin SpPD KPTI FINASIM juga menganjurkan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan dan minuman herbal sebagai penambah imun tubuh. Setelah 12 jam sejak pengobatan awal, para ilmuwan memeriksa semua monyet itu dan menemukan fakta enam monyet yang diberi obat menunjukkan kondisi kesehatan jauh lebih baik dibanding yang tidak. Tren tersebut berlanjut dalam studi yang berlangsung selama 7 hari itu. Para ilmuwan NIH mengatur agar pengobatan dilakukan tak lama sebelum virus mencapai efek degree tertinggi paru-paru hewan tersebut. Menurut Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia , Tedros Adhanom Ghebreyesus, Dexamethasone saat ini menjadi satu-satunya obat yang menunjukkan kemanjuran dalam mengobati bentuk yang parah dari COVID-19.

Obat penyembuh covid yang ampuh

Badan POM juga mengimbau untuk untuk tidak mudah terpengaruh hoaks obat lian hua untuk pasien COVID-19, terutama yang mengklaim dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit ini. Ditegaskan pula, dalam akun instagram dr.Adam Prabata, bila efektivitas obat lin hua belum terbukti. “Sebenarnya Lianhua Qingwen obat herbal yang berkhasiat mengobati demam, batuk berdahak dan meringankan nyeri tenggorokan. Obat ini memang bisa membantu tetapi bukan untuk mengurangi perburukan kondisi pasien Covid-19” paparnya. Ada juga tambahan hoaks obat lian hua untuk pasien dengan infeksi COVID-19, yang katanya dapat membantu mengurangi perburukan kondisi pasien yang terkena penyakit tersebut. Food and Drug Administration pada bulan Agustus 2020 lalu juga menyetujui penggunaan Lianhua Qingwen hanya untuk mengobati gejala dari COVID-19, tetapi tidak dapat mengobati virus COVID-19 sebagai manfaat obat lian hua.