8 Makanan Ini Baik Untuk Meningkatkan Imun Tubuh Selama Pandemi Covid

Karena kaya akan nutrisi, vitamin dan mineral, rajin mengonsumsi buah dan sayur mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari virus dan bakteri penyebab berbagai macam penyakit. Indonesia sendiri memiliki berbagai jenis tanaman natural yang memberikan manfaat untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari serangan bakteri dan virus. Hal itu yang dimanfaatkan untuk bisa menghadirkan beragam suplemen yang bisa menjaga imun tubuh. Sebut saja natural immunomodulator yang terbuat dari herbal asli Indonesia yaitu Herbamuno+. Imun artinya upaya seseorang atau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat yang meliputi olahraga minimal 30 menit setiap hari, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan tidur cukup. Selain itu, membangun psychological tangguh untuk tidak panik dan terus bergembira selama pandemi COVID-19 juga penting.

Artinya, Anda perlu membatasi makanan yang terlalu pedas dan berminyak, maupun minuman seperti kopi dan soda. Bila pun ingin mengkonsumsinya, usahakan untuk hanya mengambil dalam jumlah sedikit. Selain itu, makanan mengandung pati pun dapat membantu kita merasa lebih kenyang serta juga baik untuk pencernaan. Berikut beberapa rekomendasi makanan yang bisa dikonsumsi saat sahur.

Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan anak-anak harus lakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit dengan intensitas sedang hampir setiap hari dalam seminggu. Piperine mengendalikan protein tertentu yang bertugas mengatur siklus sel di tubuh tetap sehat. Lada hitam digunakan sebagai bumbu masakan untuk menambah rasa pedas. Dibalik itu, lada hitam memiliki sifat antibakteri yang bisa melawan infeksi. Lada hitam terbukti melawan bakteri e.coli dan staphylococcus penyebab bisul di kulit. Hasil penelitian juga menyatakan, minyak esensial dari cengkeh efektif membunuh bakteri e.coli yang dapat menyebabkan diare.

Cara menjaga imun tubuh pada saat pandemi

Vitamin yang larut dalam air tidak bertahan lama di dalam tubuh dan tidak akan disimpan. Oleh karena itu, vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan B kompleks harus di konsumsi setiap hari agar asupan harian terpenuhi. Dalam masa pandemi ini, terutama saat bekerja dari rumah , biasanya untuk mengurangi rasa bosan, orang-orang lebih cenderung untuk makan cemilan. Iwan menjelaskan menyarankan agar cemilan-cemilan tersebut dengan cemilan yang lebih sehat, misalnya buah potong, sayuran atau kacang-kacangan yang kaya akan serat. Stay at home dan social distancing adalah hal yang paling ampuh untuk mencegah penularan, dan menghindari penularan virus corona. Semakin jarang anda keluar rumah, kontak dengan orang lain pun juga semakin jarang.

“Perlu diketahui virus Corona dapat menyerang sel darah, kemudian merusak pembuluh darah di dalamnya. Sehingga vitamin E sangat dibutuhkan tubuh guna menjaga pembuluh darah agar terhindar dari kerusakan virus. Bisa dikatakan proses penyembuhan virus Corona akan bertumpu pada kekuatan sistem imunitas tubuh masing-masing,” jelasnya. Dokter Gadis Frinawati mengatakan, meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar Virus Corona dapat dengan dengan beberapa langkah mudah.

Terbukti, hal ini disebabkan mereka abai menerapkan protokol kesehatan. Ditambah, kesadaran untuk memperkuat diri dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau imun juga masih rendah. Kurangnya asupan nutrisi dapat membuat sel-sel dalam tubuh tidak bekerja dengan optimum dan menurunkan fungsinya sehingga bisa berdampak pada sistem imunitas. Maka penting sekali untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi, termasuk omega three, omega 6, vitamin , asam folat, zat besi, selenium, zinc, dan kalsium. Tubuh yang beristirahat dengan cukup, memproduksi lebih banyak antibodi alias zat kekebalan tubuh.

Nah, buat Bunda yang merasa mual makan nasi bisa menggantinya dengan jagung atau ubi nih. Terpenting tidak menghindari sumber protein dan mineral dari protein hewani dan nabati. Selain itu, juga hindari menggunakan bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit karena dapat merusak barier fisik tubuh,” terangnya. Untuk menghindari cekaman stres, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan diri, memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan dari stressor dan menahan tekanan tersebut agar tidak bertambah besar. Sang pasien kemudian diizinkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah pada hari ke-11.