Begini Eight Suggestions Tetap Sehat Saat Era New Normal, Di Tengah Pandemi Covid

Meski terdengar sepele, cukup atau tidaknya waktu tidur dan istirahat sangat berpengaruh pada imunitas tubuh, lho. Bila kurang tidur dan banyak begadang, kamu bisa lebih mudah terinfeksi kuman penyakit, termasuk virus Corona. Selain itu, melakukan aktivitas fisik seperti membersihkan rumah juga efektif sebagai pengganti olahraga di luar rumah. Agar tubuh dan pikiran tetap sehat selama di rumah, selain berjemur Anda harus tetap meluangkan waktu untuk berolahraga. Hanya melakukan olahraga ringan seperti lari-lari kecil di sekitar rumah sudah cukup untuk membuat badan tetap bergerak. Menjaga kebersihan makanan sangat perlu diperhatikan mulai dari cara membersihkan bahan, proses pembuatan, hingga perlengkapan atau alat yang akan digunakan saat makan dan minum.

Cara agar tetap sehat pada masa pandemi

Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Tentunya harus memenuhi gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Selain merusak paru-paru, merokok juga mengacaukan sistem kekebalan tubuh dan membuatmu lebih rentan terserang flu dan infeksi virus lainnya. Menurut National Sleep Foundation, Manusia dewasa setidaknya membutuhkan waktu untuk tidur selama kurang lebih 7-9 jam dalam sehari.

Berolahraga penting dilakukan untuk menjaga metabnolisme atau daya tahan tubuh. Luangkan waktu kurang lebih 30 menit setiap harinya untuk berolahraga. Sebaiknya olahraga tetap dilakukan dirumah, misalnya Squat, push up, sit up, plank, berjemur dimatahari dan lain-lain. Cucilah tangan dengan air bersih dan sabun setiap habis batuk dan bersin atau gunakan Hand Sanitizer. Tak masalah jika dalam kondisi ini tidak bisa pergi ke gym atau berlari di luar.

“Sekitar forty,7 persen orang Indonesia mengonsumsi makanan gorengan lebih dari satu kali sehari. Dan, 53,1 persen orang Indonesia mengonsumsi minuman tinggi gula setiap harinya,” ujar Aldis. Risiko kesehatan saat isolasi diri di rumah, kata Aldis, meliputi pola makan melebihi batas kalori dan cenderung kurang gerak. Berupaya agar tetap tenang dan berpikiran positif sangat penting untuk menghindari stres. Pengendalian stress yang baik maka Kortisol; yaitu hormon yang dilepaskan saat seseorang stres; akan terkendali dan dapat membantu tubuh melawan peradangan dan penyakit. Aktif walau di rumah saja, miliki rutinitas yang dilakukan setiap hari, bangun dan tidur teratur juga disarankan. Jangan lupa pula menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitar rumah.

Selain agar lebih terjamin kebersihannya, cara ini juga bisa membuat Anda lebih hemat. Dengan menerapkan hal-hal ini, Anda dapat mengurangi risiko terpapar virus Corona. Ketika memasuki era The New Normal, bukan tidak mungkin kita akan lebih sering beraktivitas di luar rumah. Hal ini menyebabkan kita tidak akan bisa langsung mencuci tangan menggunakan air dan sabun setelah menyentuh atau memegang benda tertentu. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu membawa hand sanitizer dengan kandungan alkohol 70 persen kemanapun Anda pergi. Pastikan untuk membersihkan tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.

Tidak ada yang melarang untuk melepaskan dahaga haus dengan minuman manis yang dingin itu, tapi kalau bisa, dahulukanlah air putih. Selain itu, makanan mengandung pati pun dapat membantu kita merasa lebih kenyang serta juga baik untuk pencernaan. Berikut beberapa rekomendasi makanan yang bisa dikonsumsi saat sahur. Pola makan yang sehat untuk bayi dan balita selama pandemi adalah tetap memberikannya ASI. Di tengah kondisi pandemi ini, Badan Kesehatan Dunia menganjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran. Cucilah tangan Anda sesering mungkin, dan usahakan untuk tidak menyentuh space wajah Anda.