Kenali Pengertian Dan Indikasi Dari ‘gaslighting’

Anda mungkin telah menyadari perasaan mengganjal yang dirasakan terhadap gaslighter, tetapi itu sulit untuk dijelaskan. Korban yakin 100 persen bahwa gaslighter pernah mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak benar, bahkan ada buktinya. Ketika dikonfrontasi, ia akan membantahnya mati-matian sampai akhirnya korban mulai ragu, “jangan-jangan saya yang salah paham atau salah lihat,” pikirnya. Jika Moms dan Dads merasakan salah satu atau beberapa ciri-ciri gaslighting tersebut pada seseorang dan telah memengaruhi kualitas hidup, cobalah untuk meminta bantuan orang lain ataupun profesional. Bahkan, ketika korban mencoba mendiskusikan bagaimana perilaku-perilaku pelaku telah memengaruhi perasaannya, mereka dapat mengubah percakapan dan akhirnya menyalahkan korban tersebut.

Meremehkan perasaan korbannya.Mereka akan meremehkan dengan bilang “Jangan berlebihan, deh” atau “Kamu harus mengasihani diri sendiri”. Gaslighting juga dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan trauma psikologis, terutama jika itu merupakan bagian dari pola pelecehan yang lebih luas. Novita Condro, istri Kapten Vincent Raditya ini mengunggah tentang gaslighting. Hal tersebut merujuk kepada suaminya yang dinilai sering berbuat kasar.

Hal ini dilakukan untuk menutup tindakan kriminal yang dilakukan laki-laki tersebut. Karena jago memanipulasi, pelaku gaslighting bisa dengan mudahnya menemukan orang-orang yang akan membelanya mati-matian, lalu memanfaatkannya untuk menyerang korbannya. Pernah meragukan diri sendiri setelah berdebat dengan seseorang, bahkan sampai merasa bersalah untuk hal-hal yang tidak Anda lakukan? Dikutip dari Psychology Today, tujuan pelaku gaslighting adalah untuk membuat korban terus-menerus mempertanyakan segalanya.

Apa itu gashlighthing

Pernahkah Anda dibuat merasakan bahwa hal-hal yang Anda yakini benar ternyata hanyalah permainan pikiran Anda? Jika hal ini terdengar asing, Anda mungkin menjadi korban gaslighting. Berbalik Menyalahkan adalah taktik umum lainnya dari pelaku gaslighting. Setiap diskusi yang Anda lakukan entah bagaimana dipelintir dan berbalik menyalahkan Anda atas sesuatu yang terjadi.

Beberapa pelaku gaslighting bahkan menyangkal fakta yang sebenarnya terjadi agar kamu selalu merasa yang salah adalah diri sendiri. Selalu peka dengan setiap hal yang terjadi pada kita, atau yang kita lakukan, dalam setiap jenis hubungan. Jangan sampai kita secara sadar maupun tidak menjadi korban gaslighting, atau bahkan melakukannya kepada orang lain. Sembari kita mengisi diri dengan informasi tentang kesehatan psychological, mari kita sisihkan sebagian dari kepunyaan yang diberi kepada kita untuk membantu pasien tidak mampu yang mengidap berbagai penyakit.

Gaslighting adalah sebuah bentuk penyiksaan psikologis yang biasanya terjadi dalam sebuah hubungan asmara yang tidak sehat. Penyiksaan ini dilakukan dengan cara membuat korban merasa ragu akan ingatan, sikap, sudut pandang, bahkan kewarasannya. Si pelaku akan memanipulasi, menyangkal, membohongi dan selalu berusaha untuk melemahkan rasa percaya diri korban. Seorang pelaku gaslighting biasanya mempunyai tujuan untuk memegang kendali atas pasangannya.

“Mereka menyakinkan diri kita, seolah olah mengalami paranoid atau membayangkan hal-hal yang membuat kita merasa seperti menjadi gila,” kata McNulty. “Ketika seseorang mengatakan mereka akan melakukan sesuatu, kita harus bisa percaya mereka akan melakukannya,” kata McNulty. McNulty menyarankan agar kita mempertanyakan kepercayaan kita pada seseorang yang memberi janji-janji manis itu, Togel Deposit Pulsa terutama jika janji-janji manis itu sering ia lakukan. Pelaku gaslighting tahu titik kelemahan kita, termasuk rasa tidak aman, kesuksesan dan kepercayaan kita. Mereka akan secara konsisten mengkritik hal-hal ini, membuat komentar sinis untuk menyakiti dan mengendalikan kita. Setiap hubungan baik itu sudah menikah maupun belum, pada dasarnya selalu ingin menjadi pasangan yang bahagia.