Peneliti Tiongkok Temukan Obat Tradisional Covid

Tentu saja daya tahan tubuh juga ikut meningkat karena kandungan itu sehingga tubuh menjadi lebih siap menghadapi covid. Obat herbal selanjutnya yang bisa Anda coba untuk menghadang virus corona adalah biji bunga matahari. Masih dari laman yang sama, timesofindia.indiatimes.com menyebutkan bahwa biji bunga matahari kaya akan vitamin E dan nutrisi. Proses pembuatan obat tradisional ini sangatlah mudah dan tidak memakan waktu lama, karena bahan-bahannya dapat dicari di pasar tradisional terdekat, salah satunya adalah empon-empon. Guru tersebut menarik pernyataannya setelah menteri kesehatan mengkritiknya. Tapi dia kembali mengkritik pengobatan modern pada hari Senin karena tidak memiliki obat untuk beberapa penyakit.

Imunomodulator adalah zat atau substansi yang berfungsi mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun yang terganggu dengan mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh. para ahli di China melakukan uji klinik beberapa obat tradisionalnya untuk menjadi salah satu pilihan pengobatan. Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Diakui oleh David, dalam penanganan pasien Covid obat natural tidak direkomendasikan oleh dokter. Namun menurutnya Sari Buah Merah mampu menyembuhkan pasien covid dengan lebih cepat dibanding menggunakan obat medis dari dokter. “Kalau pencegahan untuk gejala batuk atau tenggorokan sakit, minum obat natural kaya jahe nggak apa-apa. Namun, kalau untuk penyembuhan virus corona, ini lebih kompleks lagi,” ujar Ahmad Utomo.

Selama berabad-abad umat Hindu di India menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka dan ritual doa karena dipercaya memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik. Ide menggunakan kotoran sapi untuk mencegah Covid-19 dikritik keras oleh dokter dan ahli kesehatan India. Selain tidak ada bukti ilmiah tentang keefektifannya, praktik itu berisiko menyebarkan penyakit lain. Belum lama,seorang anggota parlemen India dari partai penguasa Bharatiya Janata, Surendra Singh, juga ikut mendorong warga agar menggunakan kotoran dan urin sapi untuk mencegah Covid-19. Apalagi, India juga memiliki Kementerian Ayurveda, Yoga & Naturopati, Unani, Siddha dan Homeopati untuk mempromosikan sistem tradisional. Indian Medical Association , sebuah organisasi yang mewakili para dokter di India, mengkritik Baba Ramdev karena klaimnya itu dinilai ‘tidak sensitif’ di tengah pandemi.

Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Beberapa pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi virus Corona. Pakar obat tradisional dan peneliti di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof Zullies Ikawati menyarankan masyarakat untuk berhati-hati. Dia mengapresiasi siapapun yang berupaya menemukan obat untuk pasien terinfeksi virus corona. Tetapi Zullies juga mengingatkan, banyak pihak yang kadang-kadang mengambil kesempatan di tengah kepanikan masyarakat. Dia menjelaskan, fungsi dari obat natural adalah memelihara kesehatan hingga meningkatkan imunitas tubuh.

Obat alami untuk covid

Nah, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa banyak orang percaya bahwa virus corona dapat ditanggulangi dengan obat natural, yang mengandung curcumin. Obat alami untuk menangkal virus corona yang pertama dan paling banyak dicari adalah bawang. Hal ini juga yang membuat harga bawang putih, hingga bawang bombay merangkak naik.

Studi menemukan bahwa ekstrak Artemisia efektif dalam menghambat coronavirus SARS pertama (SARS-CoV) yang muncul di Asia pada tahun 2002 yang menyerang sistem pernapasan. Ini bukanlah obat malaria pertama yang mendapatkan perhatian dalam usaha menemukan obat COVID-19. Dalam beberapa bulan terakhir, obat malaria hydroxychloroquine juga digunakan dalam proses penyembuhan pasien COVID-19 meskipun sedikit knowledge yang mendukung efektivitas obat tersebut. Anda bisa menanamnya sendiri di belakang rumah atau membelinya di pasar/supermarket. Anda juga bisa membuat air panas dari dispenser yang dilengkapi dengan pemanas. Cukup dengan mencolokkan kabel yang ada di dispenser ke stop kontak terdekat.

Pembuktian khasiat dan keamanan jamu berdasarkan atas penggunaannya secara turun-temurun di kalangan masyarakat . Selain itu, produk jamu biasanya berasal dari bahan yang dibudidayakan dari berbagai sumber sehingga jaminan mutu belum standar. Penggunaan secara turun-temurun dalam kurun waktu yang lama menunjukkan sisi keamanan dari berbagai obat natural. Akan tetapi, agar dapat diterima secara luas dan bersaing, obat natural Indonesia perlu melewati proses penelitian untuk mengetahui mutu, keamanan, dan khasiatnya. Oleh karena itu, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi (Kemenristek/BRIN) menegaskan obat natural hanya untuk mendukung peningkatan imun tubuh. Sehingga, perlu lebih banyak riset lagi untuk bisa benar-benar memastikan khasiat kulit jeruk dalam mencegah infeksi Covid-19.

Saat ini Prof Nidom yang juga merupakan Guru Besar Universitas Airlangga tengah mempersiapkan ‘Antiviral’ atau sejenis obat yang mampu mengobati atau menghilangkan virus tertentu yang berbahan dasar tanaman natural. Diketahui, Prof Nidom dari PNF adalah sosok yang sangat berkomitmen untuk menghasilkan penangkal virus corona Covid 19 ini. Terlebih ia memiliki pengalaman dalam mengatasi wabah flu burung beberapa tahun silam. Untuk tercapainya efek farmakologi yang diinginkan, maka kebenaran bahan obat menjadi salah satu dari penentunya.

“Obat Covid-19 belum ada sampai saat ini, dengan demikian kita terus mencari apapun obat yang bisa mengatasi efek gejala orang yang terinfeksi Covid-19. Obat herbal bisa menjadi alternatif,” kata Kepala BPOM, Penny K Lukito, saat mengisi konferensi virtual webinar bertema Penggunaan Obat Tradisional Selama Pandemi, Kamis (27/5). VIVA– Badan Pengawas Obat dan Makanan tak merekomedasikan produk obat tradisional dengan merek Lianhua Qingwen Capsules di Indonesia untuk pengobatan COVID-19.